Arsitektur Post Modern Sejarah Hingga Perkembangannya

94
Arsitektur Post Modern Sejarah Hingga Perkembangannya

Arsitektur post modern mungkin kini tidak sepopuler seperti gaya arsitektur lainnya. Namun, gaya arsitektur post modern masih terus berkembang serta digunakan hingga saat ini, dan pastinya tidak kalah menarik dengan gaya arsitektur lain.

Perlu diketahui pada awalnya arsitektur post modern merupakan suatu pemikiran tentang ideologi, tentang sebuah pemahaman, tentang keyakinan seseorang untuk dapat melakukan perubahan, dengan berbagai filosofi yang terkandung didalamnya

Pengertian Arsitektur Post Modern

Arsitektur pasca-modern atau biasa kita sebut post modern adalah sebuah gaya atau gerakan arsitektur yang muncul  pada tahun 1960an sebagai reaksi melawan austeritas, formalitas, dan kekurangan varietas dari gaya arsitektur modern, terutama pada gaya internasional yang mulai oleh Le Corbusier dan Ludwig Mies van der Rohe.

Gerakan ini memberikan sebuah doktrin dari  seorang arsitek dan pakar teori arsitektural Robert Venturi di dalam bukunya tahun 1966 denga judul  Complexity and Contradiction in Architecture.

Jika dilihat dalam sudut pandang filosofi, arsitektur post modern adalah suatu perlawanan terhadap pemikiran modern yang tengah berkembang di negara maju, terutama di negara negara eropa. gerakan post modern dimulai pada abad ke 16 hingga pertengahan abad ke 20 masehi.

Tentunya pemikiran konsep ini tidak dapat ditolak begitu saja karena  banyaknya propaganda yang bergerak memberi pemahaman tersebut, pada masanya di kenal sebagai “enlightenment” ( masa pencerahan), sekitar abad ke 18.

Pengertian Menurut beberapa Tokoh

  1. Charles Jencks
    “ Arsitektur Post-modern Merupakan campuran antara berbagai macam tradisi dan masa lalu. Post – Modernisme kuga merupakan kelanjutan dari modernisme, sekaligus juga melampaui modernisme. Ciri khas karya arsitektur post modern adalah berupa makna ganda,ironi, banyaknya pilihan, konflik, dan terpecahnya berbagai tradisi, karena heterogenitas sangat memadai bagi pluralisme. “
  2. Robert Venturi
    “Arsitek bisa diratapi atau  dapat mencoba untuk mengabaikan mereka (ini mengacu pada unsur-unsur hias serta dekoratif pada sebuah bangunan) atau bahkan mencoba untuk menghilangkannya, tetapi mereka tidak akan pergi. Atau bisa juga mereka akan pergi tapi tidak untuk waktu yang cukup lama, karena arsitek tidaklah memiliki kekuatan yang dapat menggantikan mereka.”

Sejarah Arsitektur Post Modern

Arsitektur post modern mulai perkembang di akhir abad ke 20. post modern merupakan salah satu pemahaman idealisme barat yang berlandaskan dari pemikiran skeptis, subjektif atau relativitas. Arsitektur post modern merupakan bagian kecurigaan terhadap alasan-alasan yang berkembang dalam pemikiran general manusia.

post modern juga merupakan sensitifitas terhadap ideologi dalam memberikan kontrolnya pada politik dan ekonomi.

Menurut beberapa Catatan sejarah, kata Postmodern sendiri sudah muncul di tahun 1934 yang digunakan oleh Federico de Oniz untuk menyebut suatu periode pendek didalam bidang sastra, khususnya puisi spanyo dan amerika latin.

Selanjutnya tahun 1947, seorang sejarahwan bernama Arnold Toynbee, dalam bukunya yang berjudul A study of History menggunakan kata Post modern untuk menyebut tahapan kontemporer dan kebudayaan barat yang dimulai pada tahun 1875, dengan ciri-ciri peralihan politik dan pola pemikiran Negara nasional ke interaksi global.

Lalu Menjelang tahun 1960-an, gerakan arsitektur (Modern Movement) mulai mengalami terjadinya kemunduran. Gerakan arsitektur post modern yang telah berlangsung selama tiga generasi ini, melewati setidaknya tiga tahap perkembangan yaitu Early Modernism, High Modernism, dan Late Modernism.

Hancurnya Pruitt-Igoe Housing di kota St.louis, Negara bagian Missouri, Amerika Serikat, pada tanggal 15 juli 1972 Merupakan tanda Berakhirnya gerakan modern ini, yang merupakan lambang dari arsitektur modern.

Kemunduran dari arsitektur modern yang lahir pada tahun 1890-an ini sangatlah ironis, karena perumahan Pruitt-Igoe Housing dibangun berdasarkan ide dari CIAM (The Congrès internationaux d’architecture modern – International Congresses of Modern Architecture).

Saat pertama kali didirikan, proyek ini menjadi sebuah gambaran modernisme, yang dengan menggunakan teknologi untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Alih-alih diharapkan apartemen ini menjadi model perumahan yang nyaman dengan harga sewa murah , tetapi namun kenyataannya apartemen ini menjadi sarang kejahatan dan para perusuh.

Kegagalan bangunan arsitektur tersebut membuktikan bahwa dasar filosofi dan teori arsitektur Modern sudah tidak lagi relevan dengan tuntutan zaman saat ini. Berbagai doktirn seperti Rasionalisme, Behaviorisme, dan Pragmatisme yang mendasari akan pertumbuhan Arsitektur Modern dianggap sudah tidak rasional lagi.

Charles Jenks Menjelaskan, peristiwa  ini menandai berakhirnya era dari modernism dan menjadi tanda awal mula kelahiran arsitektur post moden yang dimana dianggap sebagai era arsitektur yang paling berpengaruh.

Charles Jenks, adalah seorang tokoh pencetus lahirnya arsitektur post modern menyebutkan ada 3 alasan yang mendasari lahirnya periode post-modernisme, yaitu:

1. Kehidupan kita era saat ini sudah beralih dari era dunia yang terbatas menuju ke era dunia yang tanpa batasan. Perkembangan ini disebabkan karena cepatnya informasi dan komunikasi dan tinggi daya tiru manusia (instant electism) akan suatu hal.

2. Kecanggihan teknologi memungkinkan menghasilkan produk –produk yang bersifat pribadi, lebih dari hanya sekedar produksi missal dan tiruan missal (mass production and mass repition) yang menjadi ciri khas era modernism

3. Adanya kecenderunga  kearah kembali kepada nilai-nilai tradisional atau daerah, yang dimana nilai tradisional mulai banyak ditinggalkan dan dilupakan di era modern.

Klasifikasi & Ciri – Ciri  Post

Ada beberapa ciri ciri dan klasifikasi dari arsitektur post modern yang di jelaskan oleh charles, yang terdiri dari 3 hal berikut diantaranya:

1. Ideological

Suatu konsep yang bersistem menjadi asas pendapat untuk memberikan arah serta tujuan. Jadi dalam setiap Arsitektur post modern, ideological merupakan konsep yang memberikan arahan agar pemahaman arsitektur post modern ini bisa lebih terarah dan sistematis.

  • Double coding of Style
    Bangunan arsitektur post modern merupakan suatu paduan dari 2 gaya atau style, yaitu : Arsitektur modern dengan arsitektur lainnya.
  • Popular and pluralist
    Ide ataupun gagasan yang umum serta tidak mengikat terhadap kaidah tertentu, serta memiliki fleksibilitas yang beragam. Hal ini lebih baik tentunya dari pada gagasan yang tunggal.
  • Semiotic form
    Penampilan dari bangunan arsitektur mudah dipahami, Karena bentuk–bentuk sederhana yang tercipta menyiratkan suatu makna atau tujuan.
  • Tradition and choice
    Meenggunakan tradisi secara terpilih atau disesuaikan dengan maksud atau tujuan dari perancang.
  • Artist or client
    Mengandung 2 hal pokok yaitu:
    – Bersifat seni (intern)
    – Bersifat umum (extern)
    Yang menjadi tuntutan arsitek sehingga mudah dipahami secara umum.
  • Elitist and participative
    Lebih memperlihatkan suatu kebersamaan serta meniadakan sikap borjuis seperti dalam halnya arsitektur modern.
  • Piecemal
    Penerapan unsur–unsur dasar, tidak secara menyeluruh. Unsur–unsur dasar seperti: sejarah, arsitektur vernakular, lokasi, dan lain–lain.
  • Architect, as representative and activist
    Arsitek atau designer bangunan menjadi sebagai wakil penerjemah, perancangan dan juga secara aktif berperan serta dalam setiap perancangan.

Baca juga : Model Arsitektur Rumah Bergaya Eropa klasik

2. Stylitic (ragam)

Gaya merupakan suatu ragam (cara, rupa, bentuk, dan sebagainya) yang khusus. Pengertian ragam gaya  dalam arsitektur post modern disini adalah suatu pemahaman bentuk, cara, serta rupa dan sebagainya yang khusus mengenai struktur arsitektur post modern:

  • Hybrid Expression
    Penampilan hasil gabungan unsur–unsur modern dengan:
    – Vernacular
    – Local
    – Metaphorical
    – Revivalist
    – Commercial
    – contextual
  • Complexity
    Hasil pengembanganberbagai ideologi dan ciri–ciri arsitektur post modern yang mempengaruhi perancangan dasar sehingga menampilkan hasil perancangan yang bersifat kompleks. Pengamat diajak untuk menikmati, mengamati, dan mendalami secara lebih seksama.
  • Variable Space with surprise
    Perubahan ruang–ruang yang tercipta akibat kejutan, misalnya: warna, detail elemen arsitektur, suasana interior dan lain–lain.
  • Conventional and Abstract Form
    Rata – rata menampilkan berbagai bentuk konvensional dan bentuk–bentuk yang rumit (popular), sehingga akan mudah ditangkap artinya.
  • Eclectic
    Campuran langgam–dari berbagai langgam yang saling berintegrasi secara terus menerus untuk menciptakan kesatuan.
  • Semiotic
    Makna yang hendak di tampilkan secara fungsi.
  • Varible Mixed Aesthetic Depending On Context
    Expression on content and semantic appropriateness toward function. Gabungan dari  unsur estetis dengan fungsi yang tidak mengacaukan fungsi.
  • Pro Or Organic Applied Ornament
    Mencerminkan sebuah kedinamisan sesuatu yang hidup serta kaya ornamen.
  • Pro Or Representation
    Menampilkan ciri–ciri yang gamblang sehingga dapat memperjelas arti dan fungsi.
  • Pro-metaphor
    Hasil pengisian bentuk–bentuk tertentu yang diterapkan pada desain bangunan sehingga orang lebih menangkap arti dan fungsi bangunan.
  • Pro-Historical reference
    Menunjukan nilai-nilai sejarah pada setiap rancangan yang menegaskan ciri-ciri dari bangunan arsitektur .
  • Pro-Humor
    Mengandung nilai – nilai humoris, sehingga pengamat diajak untuk lebih menikmatinya.
  • Pro-simbolic
    Menyiratkan berbagai simbol yang mempermudah arti dan yang dikehendaki perancang.

 

3. Design Ideas ( Ide-Ide Desain )

Ide-ide design adalah suatu gagasan perancangan, Pengertian dari ide-ide desain dalam Arsitektur Post Modern disini yaitu suatu gagasan perancangan yang mendasari Arsitektur Post Modern

  • Contextual Urbanism and Rehabilitation
    Kebutuhan dari suatu fasilitas yang berkaitan dengan  lingkungan yang urban.
  • Functional Mixing
    Merupakan Penggabungan beberapa fungsi yang menjadi tuntutan dalam sebuah perancangan.
  • Mannerist and Baroque
    Kecenderungan dalam menonjolkan diri.
  • All Phetorical Means
    Bentuk rancangan yang berarti.
  • Skew Space and Extensions
    Pengembangan perancangan yang bersifat asimetris-dinamis.
  • Street Building
  • Ambiquity
    Menampilkan ciri-ciri yang bermakna ganda  atau berbeda tetapi masih bersatu dalam fungsi.
  • Trends to Asymetrical Symetry
    Menonjolkan bentuk-bentuk yang memiliki kesan keasimetrisan yang seimbang.
  • Collage/Collision
    Gabungan dari berbagai elemen yang berlainan

Perbedaan Post Modern Dengan Modern

Berbagai pokok pikiran yang dipakai seorang arsitek Post Modern yang tampak dari ciri–ciri di atas yang berbeda dengan modern. Ada tiga perbedaan yang penting dengan arsitektur  modern antara lain:

Arsitektur modern tidak memiliki semboyan form follows function melainkan mendefinisikan arti arsitektur adalah sebagai sebuah rasa sehingga arsitektur disini tidak mewadahi melainkan mengkomunikasikan.

Yang dikomunikasikan oleh tiap sub langgam itu berbeda–beda diantaranya:

A. Purna modern

Yang dikomunikasikan adalah identitas wilayah regional, identitas kultural, dan identitas historikal. Hal-hal yang ada di masa lalu itu dikomunikasikan, sehingga masyarakat akan bisa mengetahui bahwa arsitektur tersebut hadir sebagai bagian dari perjalanan manusia

B. Neo modern

Mengkomunikasikan suatu kemampuan teknologi dan bahan yang untuk berperan sebagai elemen artistik dan estetik yang dominan.

C. Dekontruksi

Yang dikomunikasikan adalah:
1. Unsur–unsur yang paling mendasar, essensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.
2. Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen–elemen yang essensial maupun substansial.

Sehingga dapat dikatakan bahwa:

  • Arsitektur purna modern mempunyai kepedulian yang besar terhadap masa lalu
    Arsitektur purna modern yang ditonjolkan dalam fungsinya adalah fungsi-fungsi metaforit (simbolik) dan historical. Ini ditandai dengan munculnya berbagai ornamen, dekorasi, dan elemen-elemen kuno (dari pra modern) tetapi dengan adanya transformasi atas yang kuno tadi.

    Mengikutkan warna dan tekstur menjadi sebuah elemen arsitektur yang penting yang akan ikut diproses dengan bentuk dan ruang. Tetapi dalam arsitektur purna modern, bentuk menempati posisi yang lebih dominan daripada ruang. Memiliki kepedulian yang besar kepada masa silam (the past). Tokohnya antara lain : Robert Venturi, Michael Graves, Terry Farrell.

  • Arsitektur neo modern memiliki kepedulian yang besar pada masa kini.
    Arsitektur neo modern yang ditonjolkan adalah tektonika (Art of construction). Arsitekturnya dimunculkan dengan memamerkan kecanggihan yang muktahir, terutama teknologinya. Tampilan dominan bentuk geometri. Tidak menonjolkan warna dan bentuk, mereka hanya ditampilkan sebagai aksen.

    Walaupun demikian, punya warna favorit yaitu warna perak. Menampilkan bentuk-bentuk tri-matra sebagai hasil dari teknik proyeksi dwi matra (misal, tampak sebagai proyeksi dari denah). Tetapi, juga menghadirkan bentukan yang trimatra yang murni (bukan sebagai proyeksi dari bentukan yang dwimatra). Memiliki kepedulian yang besar kepada masa kini (the present). Tokohnya antara lain:  Richard Meier, Richard Rogers, Renzo Piano, Norman Foster.

  • Arsitektur dekontruksi tidak mengikatkan diri pada salah satu dimensi.
    Arsitektur dekonstruksi tidak ada yang dominan, bentuk dan ruang memiliki kedudukan yang sama. Menggunakan warna sebagai aksen dalam komposisi sedangkan tekstur tidak berperan. Arsitektur dekonstruksi tidak mengikatkan diri kepada satu dimensi waktu (timelessness). Tokohnya antara lain: Peter Eisenman, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Frank O’Gehry.

 

Postmodern bisa dimengerti sebagai filsafat, pola berpikir, pokok berpikir, dasar berpikir, ide, gagasan, teori. Masing-masing menggelarkan pengertian tersendiri tentang dan mengenai Postmodern, dan karena itu tidaklah mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa postmodern itu berarti `sehabis modern’ (modern sudah usai); `setelah modern’ (modern masih berlanjut tapi tidak lagi populer dan dominan); atau yang mengartikan sebagai `kelanjutan modern’ (modern masih berlangsung terus, tetapi dengan melakukan penyesuaian/adaptasi dengan perkembangan dan pembaruan yang terjadi di masa kini).

Baca juga : Teori Estetika Arsitektur Modern dan Post Modern

Di dalam dunia arsitektur, Post Modern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam Postmodern. Dalam kenyataan hasil karya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga versi/sub-langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Mengingat bahwa masing-masing pemakai dan pengikut dari sub-langgam/versi tersebut cenderung tidak peduli pada sub-langgam/versi yang lain, maka masing-masing menamakannya langgam purna-modern, langgam neo-modern dan langgam dekonstruksi.

 

Selanjutnya

Macam-macam Aliran Arsitektur Postmodern

 

 

 

No ratings yet.

Please rate this

Tinggalkan Koment