Bekraf Terus Dorong Kontribusi Iindustri Kreatif Digital di Kalbar

35
Bekraf Terus Dorong Kontribusi Iindustri Kreatif Digital di Kalbar

rumahkreative.id – Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi industri kreatif lokal di Provinsi Kalimantan Barat, khusunya Kota Pontianak.  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus mendorong kontribusi industri kreatif digital.

“Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalbar, Kota Pontianak memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen, yang ditopang oleh empat sektor, yaitu pertanian, pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Oleh karena itu dibutuhkan kontribusi baru untuk peningkatan ekonomi di Kalbar, yakni teknologi informasi dan komunikasi yang kini semakin berkembang,” kata Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari di Pontianak, Sabtu (20/7).

Menurut Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sentosa Sungkari yang hadir langsung pada kegiatan Bekraf Developer Day di Pontianak, dibutuhkan kontribusi baru untuk peningkatan ekonomi di wilayah Kalbar. Karena, kata dia, teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi tidak hanya mempermudah dalam memperoleh informasi tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, apalagi populasi penduduk Kalbar didominasi usia muda yang melek digital.

“Hal tersebut menciptakan banyak peluang di kota ini. Aplikasi dan game buatan developer lokal muncul sebagai bukti industri kreatif digital menjadi peluang bisnis yang cerah, seperti Game Sanyaki serta aplikasi Gencil, KO-JEK, dan Angkuts merupakan contoh karya anak muda Kalbar yang diharapkan menjadi sumber kontribusi baru bagi peningkatan ekonomi di Kota Pontianak,” ujarnya, dikutip Antara.

Mewadahi potensi para generasi muda di Kalbar, khususnya Kota Pontianak, Bekraf melalui Deputi Infrastruktur hadir di Pontianak dengan kegiatan Bekraf Developer Day (BDD) pada Sabtu (20/7), sebagai upaya mendorong kontribusi industri kreatif digital.

“Bekraf mengadakan Bekraf Developer Day untuk mewadahi pengembang lokal khususnya anak muda di Pontianak agar mampu mengatasi masalah dan memberikan solusi untuk masyarakat melalui teknologi dalam bentuk aplikasi dan game. Kita berusaha tidak hanya menjadi pasarnya saja, tetapi harus menjadi kreatornya juga,” ungkapnya.

 

 

No ratings yet.

Please rate this

Tinggalkan Koment