Berbisnis Kerajinan Tanah Liat dengan Cinta, Melya Sutantyo

    0
    25

    Memberi hadiah untuk orang terdekat tentunya akan lebih berkesan bila Anda memberikan sesuatu yang sifatnya personal dan unik. Hal inilah yang mendorong Melya Leonita Sutantyo untuk mengembangkan bisnis kerajinan tanah liat atau clay miliknya.

    Bisnis kerajinan clay menjadi pilihan Melya, karena unik, dibuat dengan cinta dan bersifat personal. “Istimewanya karena clay ini handcrafted with love dan bisa dibuat sesuai keinginan.”

    Melya mengaku memiliki spesialiasasi membuat clay untuk hadiah wisuda. Namun, wanita berusia 23 tahun ini juga kerap menerima permintaan membuat kerajinan clay untuk acara pernikahan, keperluan koleksi, dan lainnya. Dengan akun Instagram @melya_creation yang dibuat pada tahun 2014, wanita yang kini juga bekerja sebagai karyawan swasta ini, memulai bisnisnya.

    Awal kecintaannya membuat kerajinan clay dimulai sejak SMA. “Aku lagi suka banget mencoba segala jenis kerajinan tangan. Eh, pas liat clay, langsung tertarik ingin mencoba.” Meskipun cukup menyita waktu karena harus membuat adonan clay sendiri karena dulu clay yang sudah jadi belum banyak tersedia, ia tetap menikmati prosesnya.

     

    Berkat pujian dari teman-teman SMA-nya, Melya melihat adanya peluang bisnis. “Teman-teman di sekolah lihat hasilnya dan bilang lucu banget. Akhirnya, iseng-iseng aku coba jual ke teman-teman SMA.”

    Walau setelahnya bisnisnya vakum sementara karena ia fokus menghadapi Ujian Nasional dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi, namun ia memutuskan memanfaatkan waktu libur semesternya untuk menghidupkan kembali bisnisnya.

    Konsumen kerajinan clay buatan Melya berasal dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang dari luar negeri. “Untuk sekarang konsumen lebih banyak berasal dari Jabodetabek, sisanya dari Medan, Padang, Pontianak, Palu, dan beberapa daerah lain. Bahkan aku sudah perdana kirim kerajinan clay ke Singapura juga.” Gantungan kunci, hiasan dashboard mobil, paket clay dengan kotak akrilik adalah beberapa kerajinan clay yang dibuat Melya.

    Dia mengatakan membutuhkan 2-3 hari untuk menyelesaikan satu pesanan. Karena itu, konsumen yang tertarik diharapkan memesan sejak jauh hari. “Daftar pemesan biasanya sudah menumpuk di awal bulan sehingga konsumen yang mau pesan harus waiting list menunggu dua minggu sampai satu bulan lebih.”

    Menurutnya, waktu pengerjaan kerajinan clay ini cukup lama karena ia menggunakan air dry clay yang harus dikeringkan dengan angin. Namun, wanita yang tertarik untuk belajar dan mengembangkan bisnisnya untuk membuat replika makanan ini berharap nantinya bisa menggunakan polymer clay (clay yang menggunakan oven untuk proses pengeringannya) selain karena lebih cepat, hasil clay akan lebih detail dan bagus.

    Ketika ditanya apa yang mendasari kecintaannya membuat clay, Melya mengatakan, “aku enjoy banget bikin clay karena walaupun prosesnya ribet, detail, dan butuh kesabaran, tapi ketika melihat hasil akhirnya, selalu bisa bikin hati senang dan puas.”

    Leave a Reply

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.