Design Arsitektur rumah adat sunda berdasarkan atap dan filosofinya

    0
    230

    rumah adat sunda  1
    Rumah Adat sunda  memiliki gaya yang hampir sama seperti rumah adat yang ada  di Indonesia, yaitu berbentuk rumah panggung. Kolong-kolong yang terdapat pada rumah panggung berfungsi sebagai penanggulangan dari gempa bumi dan banjir.
    Dan sering juga dimanfaatkan sebagai tempat pemeliharaan binatang-binatang seperti kambing, sapi, ayam, atau untuk menyimpan alat-alat pertanian seperti cangkul.
      
    Untuk naik ke rumah adat Sunda ini disediakan tangga yang biasa disebut dengan Golodog yang terbuat dari bambu atau kayu, biasanya terdiri tidak lebih dari tiga anak tangga, Golodog juga mempunyai fungsi untuk membersihkan kaki sebelum masuk ke dalam rumah.

    Rumah adat sunda memiliki ciri khas dan nama yang berbeda-beda tergantung dari bentuk atap rumahnya. Contohnya bisa ditemukan di daerah Jawa Barat, seperti Kanekes dan Garut.

    Rumah adat suku Sunda ini mempunyai arsitektur yang tidak pernah mengalami perubahan dari masa lampau sampai masa sekarang, meskipun di sekitarnya sudah terdapat bangunan megah.


    contoh 6 Jenis Rumah Adat Sunda, dilihat berdasarkan bentuk atapnya :

    berbagai jenis rumah adat sunda

    1. Rumah Adat sunda Capit Gunung

    Rumah adat Sunda yang satu ini mempunyai bentuk atap yang sangat mirip dengan gunting. Bagian ujung atap saling silang yaitu menyisakan hasil persilangan kayu di bagian atasnya. karena persilangan tersebut, nilai estetika rumah ini jadi bertambah cantik.


    2.    Rumah Adat sunda Julang Ngapak

    Rumah adat Jawa Barat ini mempunyai atap dengan bentuk menyerupai sayap burung yang sedang digunakan untuk terbang. Ada lekukan yang membentuk sayap dan puncak atap rumah membentuk seperti badan burung.

    3. Rumah Adat Perahu Kumureb

    Sekilas bentuk rumah adat ini nampak menyerupai gunung tangkuban perahu. Rumah adat perahu kumureb memang mempunyai atap yang bentuknya menyerupai perahu terbalik seperti legenda tangkuban perahu.

    4. Rumah Adat sunda Badak Heuay

    Atap rumah adat Sunda jenis ini berbentuk menyerupai seekor badak yang sedang membuka mulut. Terdiri dari dua bagian atap, bagian kecil dan besar. Bagian besar terletak pada bagian belakang, sedangkan bagian kecil menudungi bagian depan rumah .


    5. Rumah Adat sunda Tagog Anjing

    Bentuknya sekilas mirip seperti badak heuay, bedanya yaitu antara atap besar dan kecil di satukan pada satu titik di tengah. Tidak memotong dan terbuka seperti badak heuay, bentuknya sederhana menyerupai seekor anjing yang sedang duduk.


    6. Rumah Adat sunda Suhunan Jolopong

    Dari beberapa bentuk rumah adat Sunda, Jolopong adalah bentuk rumah yang paling sederhana dan banyak dijumpai di daerah-daerah cagar budaya atau di desa-desa.


    Jolopong ini mempunyai atap dengan bentuk seperti pelana dan memanjang. Bisa dibilang, atap rumah Jolopong ini sangat sederhana tanpa pernak-pernik atau lekukan yang rumit.

    Bentuk Jolopong mempunyai dua bidang atap, Kedua bidang atap tersebut dipisahkan oleh jalur suhunan di tengah bangunan rumah. Batang suhunan panjangnya sama dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang sebelah sebelahan.

    Ruang Jolopong terdiri atas ruang depan yang disebut teras, ruangan tengah disebut dengan tengah imah atau patengahan, ruangan samping disebut dengan pangkeng, ruangan belakang yang terdiri atas dapur yang disebut pawon, tempat menyimpan beras disebut padaringan.
    Di dalam rumah jolopong ini terdapat padaringan yang bisa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan beras. Selain itu mereka juga mempunyai ruangan yang disebut dengan nama tepas, ruangan ini digunakan untuk menerima tamu.

    Uniknya pada masa lampau tepas dibiarkan kosong begitu saja tanpa perabotan, kemudian jika ada seorang tamu, sang pemilik rumah akan menggelar tikar, Jenis rumah jolopong ini akan banyak kalian temui di daerah Garut tepatnya ada di Kampung Dukuh.


    DILIHAT DARI SISI FILOSOFINYA 

    Rumah adat Sunda mempunyai pemahaman yang sangat menakjubkan. Secara umum, nama suhunan rumah adat Jawa Barat ini ditujukan untuk menghormati alam yang ada disekelilingnya.

     Hampir di setiap bangunan rumah adat Sunda sudah jarang ditemukan paku, besi dan juga alat bangunan modern lainnya. Untuk penguat antar tiang digunakan paseuk yang terbuat dari bambu atau tali dari ijuk maupun sabut kelapa.

    Sedangkan bagian atap sebagai penutup rumah menggunakan ijuk, daun kelapa, atau daun rumia, karena rumah adat Sunda  jarang yang menggunakan genting. 


    Hal menarik lainnya yaitu mengenai material yang digunakan oleh rumah adat sunda itu sendiri. Penggunaan material bilik yang tipis dan lantai panggung dari papan kayu tentu tidak mungkin dipakai sebagai tempat perlindungan di komunitas.

    Rumah komunitas orang Sunda bukan sebagai benteng perlindungan dari musuh manusia. Melainkan sebagai perlindungan dari alam berupa hujan, angin, sinar matahari dan binatang buas.


    ***


    Pondasi Rumah Adat Sunda

    pondasi rumah adat sunda  4

    Bentuk pondasi rumah adat Sunda mirip dengan pondasi umpak yang dipakai untuk rumah-rumah tradisional yang ada pada jaman sekarang. Perbedaan yang bisa dilihat dari pondasi rumah adat Sunda dengan pondasi umpak yang sering dipakai sekarang adalah bentuk pondas yang unik.
     yaitu kolom bangunan hanya diletakan di atas sebuah batu datar yang sudah terbentuk di alam.
    Tujuan pembuatan pondasi seperti ini yaitu untuk menghindari keretakan  pada kolom bangunan pada saat terjadi gempa, sedangkan bentuk lantai panggung bertujuan untuk memungkinkan sirkulasi udara dari bawah lantai dapat berjalan dengan baik.

    sehingga kemungkinan terjadi kelembaban pada lantai bangunan bisa dihindari.



    DINDING, PINTU dan JENDELA

    dinding, pintu, jendela
    Dinding, pintu, dan jendela memungkinkan udara dapat melewatinya. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu yang dapat dilewati oleh udara, jendela yang selalu terbuka dan hanya ditutupi kisi-kisi bambu maka udara bisa bebas masuk dalam ruangan, sehingga suhu dalam ruangan tidak panas.

    Dinding yang ringan terbuat dari anyaman bambu yang bisa menyerap dan mencegah terjadinya panas akibat radiasi matahari pada sore hari. Selain itu  juga material dinding yang terbuat dari anyaman bambu memungkinkan udara untuk masuk ke dalam rumah.

    Selain itu juga ada pintu dan jendela yang mempunyai daun pintu dan daun jendela tunggal. Materialnya terbuat dari kisi – kisi bambu yang bisa ditembus oleh udara, hal ini membuat suasana di dalam rumah tetap nyaman.




    PLAFON


    plafon rumah adat sunda

    Plafon selain sebagai penghias langit – langit rumah juga bisa berfungsi sebagai tempat menyimpan barang. Kerangka plafon terbuat dari susunan bambu bulat, dan di atasnya ditaruh pelupuh sebagai bahan penutup plafon.


    ATAP

    atap rumah adat sunda 2


    Atap sebagai mahkota dari sebuah bangunan yang mempunyai fungsi sebagai pelindung penghuni yang berada di dalamnya. Atap dari rumah Sunda terbuat dari ijuk, alasan pemilihan ijuk sebagai material atap  yaitu karena ijuk merupakan material yang dapat menyerap panas dengan baik sehingga tidak menimbulkan gerah di dalam rumah. Tritisan pada sisi depan rumah memiliki panjang dua meter.

     Hal ini membuat dinding bangunan menjadi tidak langsung terkena cahaya matahari, sehingga dinding sebagai penyekat tidak panas dan ruangan di dalamnya tetap dingin dan sejuk.

    Tinggalkan Koment