Kerajinan Bahan Lunak dan Contoh Cara Membuat

1623

Kerajinan Bahan Lunak Jenis Dan Contoh Cara Membuat – Berbagai jenis bahan dan material bisa digunakan untuk membuat berbagai kerajinan tangan mulai dari barang bekas/limbah hingga bahan yang bisa di beli di pasaran dengan berbagai jenis bahan kerajinan. Namun beberapa jenis Bahan kerajinan yang memiliki sifat tertentu yang dapat mempengaruhi hasil karya yang dibuat dari material tersebut.

Baca juga : 10 Kerajinan Dari Bahan Buatan dan Cara Membuatnya

Pada umumnya kerajinan dari bahan lunak dapat terbagi menjadi dua bagian yaitu kerajinan bahan  alami dan kerajinan bahan  buatan. Masing-masing bahan ini memiliki keunggulan serta kelemahan masing-masing.

Terdapat Tiga Kategori Jenis Bahan :

  1. Bahan lunak, adalah jenis bahan yang memiliki sifat tekstur lunak sehingga mudah dibentuk. Contoh yang sering dpakai sebagai bahan dalam pembuatan produk kerajinan tangan adalah sabun batangan, lilin parafin, tanah liat, bubur kertas dan clay.
  2. Bahan sedang, adalah jenis bahan yang memiliki sifat tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras. Contoh yang sering dipakai sebagai bahan kerajinan tangan adalah kardus, kayu balsa, kayu waru, kayu randu dan kayu sengon.
  3. Bahan keras, adalah jenis bahan yang memiliki sifat  keras sehingga sulit dibentuk jika tidak menggunakan bantuan peralatan yang memadai. Contohnya adalah batu, kayu jati, padas dsb.

Pengertian Kerajinan Bahan Lunak.

Kerajinan Bahan Lunak adalah suatu produk kerajinan yang mengunakan bahan bersifat lunak sebagai dasar pembuatannya. Kerajinan dari bahan lunak  terbuat dari bahan yang mempunyai tekstur lunak. Kerajinan ini merupakan bagian karya seni rupa yang tergolong dibuat secara manual.

Kerajinan jenis ini utamanya ada yang secara langsung dibuat maupun bahan imitasi.

Jenis-jenis bahan lunak.

Bahan lunak terbagi ke dalam dua jenis yakni bahan lunak alami dan bahan lunak buatan.Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

Jenis Bahan lunak alami

Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan.

Jenis kerajinan ini cenderung menggunakan bahan baku dengan tekstur lunak yang telah disediakan oleh alam serta pengolahannya dilakukan secara alami tidak dicampur dengan bahan buatan.

  • Kerajinan Bahan Lunak Tanah Liat
jenis kerajinan bahan lunak

Tanah liat dihasilkan oleh alam yang berasal dari pelapukan kerak bumi. Tanah liat disebut juga sebagai tanah lempung. Tanah liat dapat kita ketahui dan dapat kita temukan dengan warna hitam keabu- abuan. Diberi nama tanah liat karena melihat dari teksturnya yang liat, sehingga mudah sekali dibentuk- bentuk.

Tanah liat memiliki karakteristik:

    • Sulit menyerap air sehingga tidak cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian.
    • Tekstur tanah cenderung lengket
    • Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus.
    • Merupakan salah satu bahan baku untuk membuat tembikar dan kerajinan tangan lainnya yang dalam pembuatannya harus dibakar dengan suhu di atas 10000C.

Jenis tanah liat:

    • Tanah liat primer, dihasilkan dari pelapukan batuan karena tenaga endogen namun tidak berpindah dari batuan induknya, sehingga sifatnya lebih murni daripada tanah liat sekunder. Tanah liat yang memiliki warna putih atau putih kusam. Termasuk tanah liat jenis ini adalah kaolin, bentonite, feldspatik, kwarsa dan dolomite.

Ciri-ciri tanah liat primer adalah:

    • Warna putih dan juga putih kusam
    • Cenderung berbutir kasar
    • Tidak plastis
    • Daya lebur tinggi
    • Daya susut kecil
    • Bersifat tahan api
    • Suhu matangnya antara 1.300oC hingga 1.400oC

Tanah liat Sekunder, jenis tanah liat yang dihasilkan oleh pelapukan batuan oleh tenaga eksogen sehingga mengalami perpindahan tempat atau terpisah jauh dari batuan induknya, dan kemudian mengendap di suatu tempat.

Ciri-ciri tanah liat sekunder:

    • Kurang murni
    • Cenderung berbutir halus
    • Berwarna krem/abu-abu/coklat/merah jambu/kuning
    • Lebih plastis daripada tanah liat primer
    • Daya susut lebih besar daripada tanah liat primer
    • Suh matangnya antara 900oC hingga 1.400oC

 

  • Kerajinan Serat Alam

 

  • Kerajinan dari kulit

Jenis Bahan lunak buatan.


Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak.

Kerajinan dari Bahan Alam Nusantara

Bahan lunak buatan adalah bahan baku yang digunakan untuk karya kerajinan yang diolah agar menjadi lunak. Berbagai karya kerajinan dari bahan bisa dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Contoh bahan lunak buatan seperti bubur kertas, gips, lilin, fiberglass, sabun dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa kerajinan yang di buat dari bahan lunak buatan.

  • Sabun Batangan
contoh kerajinan bahan lunak

Sabun adalah jenis pembersih tubuh yang paling lama dan kemungkinan yang paling pertama diciptakan manusia. Dalam sebuah prasasti dari zaman Babylonia sekitar tahun 2200 SM, ada catatan yang menyatakan penggunaan sabun batang yang terbuat dari air, alkali dan minyak cassia.
Sabun jenis ini memiliki teksture yang lunak sehingga  sering di jadikan berbagai jenis kerajinan oleh seorang pengrajinan guna untuk memiliki nilai jual dan sebagai karya.

  • Parafin
jenis kerajinan bahan lunak

Parafin merupakan salah satu bentuk dari hasil olahan minyak bumi. Parafin menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk karya kerajinan lilin hias. Bahan ini berbentuk semacam lempengan,ada juga berbentuk pellet atau butiran. Parafin memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  • Titik-leburnya 56oC hingga 60oC
  • Tidak berwarna
  • Tidak beracun
  • Dalam keadaan cair menyerupai air

Parafin mengalami penyusutan yang rendah, sehingga kurang baik untuk pembuatan lilin cetak. Oleh karena itu diperlukan bahan tambahan (additive) yaitu Sterin.

  • Kerajinan Clay

Sebenarnya istilah “clay” berarti tanah liat, akan tetapi dalam dunia kerajinan istilah tersebut bisa diartikan sebagai tanah liat buatan. Terdapat clay yang terbuat dari adonan tepung, parafin, bubur kertas dan polymer.

Terdapat beberapa macam clay, yaitu:

    • Kerajinan Parafin Clay
      Terbuat dari bahan parafin, bersifat lunak dan mudah dibentuk dan tidak akan mengeras.

 

jenis macam kerajinan bahan lunak

 

    • Kerajinan Plastisin Clay
      Dibuat dari bahan plastisin yang lunak, namun tidak selunak parafin clay.

 

jenis macam kerajinan bahan lunak

 

    • Kerajinan Paper Clay
      Merupakan jenis clay yang terbuat dari bubur kertas. Hasil akhirnya akan mengeras setelah diangin-anginkan. Sentuhan akhir adalah dengan cara dicat.

 

jenis macam kerajinan bahan lunak

 

    • Kerajinan Flour Clay
      Jenis clay ini dapat di buat dari campuran tepung, lem, aroma dsb. Bisa berupa tepung tapioka, tepung terigu, tepung roti atau jenis tepung lainnya.

 

 macam kerajinan bahan lunak

 

      • Kerajinan Jumping Clay

Jumpling clay ini adalah salah satu jenis polymer clay yang berasal dari Korea yang di temukan oleh miss kim miss kim adalah master clay, lebih unggul secara kualitas dibandingkan dengan jenis clay yang lainnya. Memiliki kualitas yang luar biasa, kepadatan yang pekat dan selain itu dapat dibentuk bermacam-macam barang karena elaksifitas dan mudah mengeras serta dapat membentuk karakter, arsitektur lanskap, dekorasi frame, gantungan kunci, cocok untuk kreasi. Jumping clay berbentuk semacam lilin yang kering oleh udara, dapat digunakan oleh anak-anak karena tidak berbahaya dan tidak mengandung racun.

 

 

    • Kerajinan Air Dry Clay
      Jenis clay ini memiliki sifat hampir sama dengan jumping clay, namun memiliki hasil akhir yang lebih padat. Pemrosesan akhirnya dengan cara diangin-anginkan.

 

 

    • Kerajinan  Polymer Clay
      Merupakan jenis clay paling baik, relatif mahal harganya dan masih jarang dijual di Indonesia.

 

 

  • Kerajinan dari Gips

 

 

  • Kerajinan dari Lilin

 

Fungsi Kerajinan Bahan Lunak.

Fungsi produk kerajinan bahan lunak ini dibedakan menjadi dua, yaitu berfungsi sebagai benda pakai dan sebagai benda hias:

1. Fungsi pakai

Benda atau barang dari bahan lunak yang memiliki fungsi pakai biasanya digunakan sebagai alat, wadah, ataupun pelengkap busana. Sebagai benda pakai, tentu tujuan pembuatannya lebih mengutamakan fungsinya, sementara unsur keindahan atau estetik hanya sebagai pendukung. Fungsi pakai dibedakan lagi menjadi fungsi bahan bangunan, wadah, pembersih, dan fungsi hiburan. Fungsi sebagai bahan bangunan bisa berupa gips dan batako, fungsi sebagai wadah bisa berupa kotak tisu, fungsi hiburan seperti wayang kulit, dan sebagai pembersih bisa berupa keset.

Tutorial Membuat Kerajinan Tangan Dari Bahan Bekas

2. Fungsi hiasan

Kerajinan sebagai benda hias dibuat untuk dipajang sebagai hiasan atau elemen estetis yang lebih mengutamakan aspek keindahan dibandingkan kegunaan. Contoh dari kerajinan bahan lunak yang memiliki fungsi hias yaitu patung, guci, dan lain sebagainya.

Produk Kerajinan Dari Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logan, batu, rotan, dan lain lain. Produk kerajinan di masing-masing daerah memiliki jenis kerajinan local yang menjadi unggulan di daerah nya.

Produk Kerajinan memiliki berbagai macam bahan dasar dalam pembuatannya. Ada yang menggunakan bahan dasar dari bahan dasar lunak dan ada yang berbahan dasar keras, juga ada yang menggunakan bahan dasar

Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari bahan lunak

Ada beberapa teknik pembuatan Produk Kerajinan dari bahan lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam, menenun, dan mengukir.

a. Membentuk

Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya Produk Kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk antara lain seperti berikut.

1) Teknik Coil (Lilit Pilin)

Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.

ilustrasi guci2) Teknik Putar.

Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong dan guci.

3) Teknik Cetak.

cangkir teh Ada dua teknik pembentukan karya Produk Kerajinan dari bahan lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang. Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal,
seperti alat alat rumah tangga: piring, cangkir,
mangkok, dan gelas.

 

b. Menganyam

Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya  Produk Kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya  Produk Kerajinan dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar, topi, dan tas.

c. Menenun

Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.

d. Membordir

Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir. Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.

e. Mengukir

Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan lunak seperti sabun padat dan lilin.

 

No ratings yet.

Please rate this

Tinggalkan Koment