Kerajinan Mozaik Dari Kain Perca Asah Motorik dan Imajinasi Anak

169
Fransiska Sri Setyowati Ajak Asah Motorik dan Imajinasi Anak dengan Kerajinan Mozaik

Fransiska Sri Setyowati Ajak Asah Motorik dan Imajinasi Anak dengan Kerajinan Mozaik Berbahan Perca, Bertempat di Oval Atrium Ciputra World Surabaya (CWS) Mall, Fransiska Sri Setyowati mengadakan workshop membuat kerajinan mozaic berbahan kain perca batik, Kamis (25/7/2019). Seperti yang kami kutip dari Tribunnews

Kegiatan itu pun, bermanfaat untuk mengasah daya imaginasi dan motorik anak-anak. Sebab, dalam kerajinan mozaik, anak-anak bertugas memotong dan menempel kain perca sesuai pola gambar.

“Sekarang batik kan lagi trend ya, otomatis kain sisa fashion batik juga banyak. Nah daripada itu dibuang, saya menjadikannya sebagai bahan kerajinan,” ujar Fransiska.

Idenya menjadikan perca batik sebagai bahan kerajinan itu, dikatakannya datang saat ia melihat anak-anak autis bermain bongkar pasang. Beberapa peserta, juga merupakan anak berkebutuhan khusus yang datang dari IC School Surabaya.

“Boleh dilihat, bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa mengikuti materi mozaik ini dengan baik. Ada salah satu peserta, ia merupakan anak downsyndrome, tapi mengerjakannya lebih rapi dan cepat dari peserta lainnya,” papar Fransiska.

Baca juga : 10 Kreasi Kerajinan dari Kain Perca yang Bisa Kamu Buat

Setiap anak, imbuhnya, memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan kerajinan memotong dan menempel kain sesuai pola gambar itu. Lanjutnya, alat dan bahan untuk membuat kerajinan mozaik berbahan perca juga sangat mudah didapat.

Alat yang diperlukam hanya gunting dan sponge. Sementara bahan untuk membuatnya, tentu saja kain perca, lem rajawali, dan cat air.

“Jadi sebenarnya sejak usia delapan tahun, anak-anak sudah bisa diajarkan membuat kerajinan ini,” ujar Fransiska.

“Gampang, sama sekali tidak susah,” ujar Christine Halim (17), salah satu perserta berkebutuhan khusus. Dalam kegiatan tersebut, ia membuat mozaik dengan pola gambar lumba-lumba.

Untuk pemula, ia menyarankan menggunakan gambar-gambar berpola besar. Apabila sudah terbiasa, bisa mulai membuat mozaik berbahan perca pada gambar berpola sempit.

Dalam workshop tersebut, ia menggunakan kain perca batik. Pertama, karena saat ini batik sedang menjadi trend fashion, sehingga sisa kain batik juga akan menjadi limbah.

“Daripada kain perca batik itu dibuang, kan lebih baik dijadikan kerajinan. Dengan dikreasikan jadi mozaik, kan hasilnya bisa menjadi hiasan dinding, bisa jadi kartu ucapan, atau kado juga,” papar Fransiska..

Selain itu, motif kain batik menurutnya lebih mudah disusun. Apabila motifnya bertabrakan pun, tetap akan tampak indah.

 

 

 

No ratings yet.

Please rate this

Tinggalkan Koment