Sentra Kerajinan Serat Alam Kulon Progo

    0
    32

    Anda penyuka product kerajinan serat alam, serta tengah bertandang ke Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta? Luangkan singgah ke Desa Salamrejo di Kecamatan Sentolo. Disana ada beberapa ratus warga sebagai perajin serat alam. Dari tangan mereka lahir bermacam kerajinan cantik, seperti dompet, tas, topi, sampai furnitur.

    Hasil kerajinan warga itu dipajang di beberapa puluh kios yang berjejer di selama jalan desa itu.

    Walau cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta, namun lokasi sentra cukup gampang didapati. Dari pusat kota di Wates, Anda cuma butuh menyusuri Jalan Wates menuju arah Kabupaten Kulon Progo. Lalu, seputar tiga km dari perbatasan Yogyakarta serta Kulon Progo, Anda bakal disambut suatu plang bertuliskan : Sentra Produksi Kerajinan Serat Kulon Progo. Inilah lokasi beberapa perajin bermukim, lakukan aktivitas produksi, sekalian jual hasil karya mereka.

    Kesibukan di sebagian kios memang sering tampak sepi. Salah seseorang perajin, Joko Santoso (45) menjelaskan, memanglah tidak sering tamu yang segera beli kerajinan di kios. ” Rata-rata konsumen telah order lewat telephone atau surat elektronik, ” katanya.

    Berbarengan istrinya, Joko mulai melakukan bisnis kerajinan serat alam dari 1990-an. Lalu, untuk menarik semakin banyak konsumen, ia membangun kios yang memajang bermacam kerajinan itu pada 2010. “Sebenarnya, dari th 1970-an, Sentolo telah populer untuk sentra kerajinan serat alam, ” klaim Joko.

    Adapun, bermacam serat yang digunakan untuk bahan baku kerajinan yaitu serat eceng gondok, agel (pohon gebang), rotan, daun pandan, sampai pelepah pisang.

    Joko jual product kerajinan berbentuk tas, topi, sarung bantal, dompet, kursi, juga kalung dari serat agel. Ia membanderol harga Rp 10. 000 – Rp 750. 000 per item product. Dari usaha ini, Joko dapat memperoleh omzet Rp 25 juta – Rp 30 juta per bln.

    Perajin serat alam yang lain, Dian Ayu (39) menyebutkan, ketrampilan menghasilkan kerajinan serat alam di Sentolo telah berjalan turun temurun. Ia mengakui, telah mahir bikin kerajinan memiliki bahan serat alam dari SMP. Lalu, sesudah lulus SMA, ia mengambil keputusan melakukan bisnis kerajinan serat, lantaran potensinya cukup tinggi.

    Tidak jauh lain dengan perajin serat alam yang lain, Dian jual product kerajinan dari beragam tipe serat, seperti agel, eceng gondok, mendong, serta daun pandan. Produknya bermacam, dimulai dari tas, dompet, sarung bantal, kursi, tikar, keset, serta topi.

    Beragam product itu di bandrol harga mulai Rp 15. 000 sampai Rp 1 juta per item. Ibu dari dua orang anak ini katakan, bila tengah banyak order, ia sempat memperoleh omzet sampai Rp 50 juta satu bulan. ” Namun, bila dirata-ratakan, omzet saya seputar Rp 20 juta per bln., ” katanya.

    Ia mengakui, dapat mengantongi keuntungan bersih seputar 20% – 30%.

    Leave a Reply