Seni Ukiran Kayu Suku Asmat Kerajinan Asal Papua

Seni Ukiran Kayu Suku Asmat Kerajinan Asal Papua
Ukiran Kayu Suku Asmat – Indonesia tidak pernah kehabisan kekayaan alam dan budayanya. Jika anda berniat berkunjung ke Papua, Anda pun bisa melihat sendiri bagaimana papua penuh dengan berbagai keunikan nya. Salah satunya yang akan kita bahas adalah hasil kerajinan khasnya, seperti noken, lukisan kulit kayu dan ukiran kayu suku Asmat.

 

Baca juga : Tas Noken Papua Kerajinan Unik Khas Yang Mendunia

Suku Asmat yang mendiami daerah Teluk Flamingo dan Teluk Cook, di wilayah pantai sebelah bagian  barat daya Papua. Suku Asmat ini sendiri sudah terkenal sebagai pemahat kayu handal sejati. Hasil-hasil dari pahatannya sudah memiliki nama yang melekat serta menjadi jaminan kualitas terbaik.

Ukiran kayu papua yang rumit dan detail menjadi ciri khasnya. Tidak hanya itu, model pahatannya pun terbilang tidak biasa. Inilah yang menjadi daya tarik  wisatawan baik dalam maupun wisatawan luar negeri untuk melihat Ukiran Kayu Suku Asmat .

Peralatan yang  digunakan para pengrajin ukiran untuk membuat kerajinan terdiri dari kapak batu, gigi binatang dan kulit kerang. Sedangkan alat untuk menghaluskan patahan, mereka biasanya menggunakan taring babi, gigi-gigi ikan tertentu dan tiram, sungguh kombinasi bahan dan alat yang sangat eksotik untuk membuat Ukiran Kayu Suku Asmat .

Keunikan Ukiran Suku Asmat Papua

 

Ukiran Kayu Suku Asmat kerajinan suku AsmatTelah di ketahui bahwa Ukiran kayu Suku Asmat sangatlah menarik perhatian dunia selain karena motifnya yang beragam kesenian papua ini juga sarat makna budaya. Sebagai Misalnya, ukiran yang menggambarkan wajah nenek moyang, berbagai jenis binatang yang dekat dengan kehidupan masyarakat seperti kasuari dan buaya serta adapula motif-motif antropomorfik.

 

Proses Pembuatan Ukiran Kayu

Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui para pengrajin untuk menghasilan ukiran kayu suku Asmat yang indah. Pertama, ukiran akan diawali dengan memahat sepotong kayu untuk dibentuk.
Kemudian dilanjutkan dengan  memberikan pewarnaan. Dalam pemilihan warna itu sendiri suku Asmat memiliki persepsi yang berbeda, dimana warna merah itu melambangkan daging, warna putih berarti tulang, sedangkan hitam akan melambangkan warna kulit dari suku Asmat.

 

Mengukir sendiri bagi suku asmat papua merupakan sebuah tradisi kehidupan dan ritual yangsangat terkait erat dengan spiritualitas hidup dan bentuk penghormatan terhadap leluhur. Ketika pengrajin Suku Asmat mengukir, mereka tidak hanya sekedar membuat pola ukiran dalam kayu tetapi juga mengalirkan sebuah spiritualitas hidup.

Walaupun seni ukir merupakan seni yang umum dimiliki oleh suku Asmat, namun tidak semua orang Asmat dapat menjadi pengukir. Mengukir adalah kemampuan yang diturunkan antar generasi dan umumnya hanya dilakukan oleh kaum pria.

Mereka biasanya mengukir sembari para wanita bekerja di ladang. Karena mengukir adalah sebuah warisan, maka bagi keluarga yang tidak memiliki darah pengukir biasanya juga tidak akan memiliki kemampuan ini.

Namun, bagi masyarakat Asmat modern kemampuan ini dapat dipelajari secara khusus. Banyak pria-pria Asmat yang secara khusus mempelajari cara mengukir, apalagi menjadi seorang pengukir kini dapat dijadikan mata pencaharian.

 

baca juga : Ukiran Kayu Samosir Keindahan Lain Danau Toba

Contoh Hasil Kerajinan Ukiran Papua

Dari segi model dan konsep, ukiran suku Asmat  ini memiliki pola yang khas  dan beragam , mulai dari patung berbentuk manusia, binatang, model perahu, panel, perisai, tifa, telur kaswari hingga ukiran tiang.

Suku Asmat biasanya akan mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup nya sehari-hari sebagai pola dasar ukiran mereka, seperti bentruk pohon, bentuk perahu, binatang dan bahkan  orang berperahu, orang berburu dan lain-lain.

Salah satu benda hasil kerajinan ukiran yang cukup populer di dunia adalah panel-panel unik yang sering dimanfaatkan menjadi hiasan dinding. Panel-panel ukiran ini biasanya mempunyai pola ukiran hewan atau garis-garis tribal khas Asmat. Benda ini menjadi begitu terkenal karena keunikannya dan kemudahannya untuk dibawa dalam jarak jauh, mengingat para wisatawan biasanya membeli panel untuk dijadikan buah tangan.

Selain bentuk panel, jenis ukiran yang tak kalah terkenal adalah Patung Bis atau disebut leluhur dan Totem. Pembuatan kedua ukiran ini sangatlah berkaitan dengan kehidupan spiritual masyarakat Asmat. Mereka biasanya akan menggunakan satu batang utuh dari sebuah pohon lalu diukir hingga menyerupai manusia yang mereka anggap sebagai leluhur.

Untuk totem sendiri, biasanya dibuat dari sebuah batang pohon yang terbalik. Bagian akar akan ditaruh di atas karena mereka akan menggunakan akarnya yang panjang tersebut sebagai pelambangan kesuburan dan harus diletakkan di bagian atas totem. Kedua benda ini sangatlah sakral bagi masyarakat setempat dan biasanya akan ditempatkan pada tempat yang  sakral pula seperti ditempatkan diJew (Rumah Bujang) atau pintu masuk desa Asmat.

Harga Ukiran Kayu Asmat

Untuk Harga yang dikenakan untuk sebuah ukiran kayu dari suku Asmat ini terbilang cukup tinggi, karena selain dari nilai estetika, kerajinan ukiran papua tersebut mewarisi nama besar kerajinan ukiran kayu suku Asmat yang telah mendunia sehingga rata rata harganya bisa mencapai jutaan rupiah per buahnya.
namun untuk Harga jual panel-panel anda bisa membeli nya dengan harga yang tidak terlalu mahal, untuk satu buah  panel berukuran paling kecil umumnya dijual seharga 200.000-300.000 rupiah. menurut kami Harga ini cukup pantas karena panel-panel ini juga mempunyai nilai sertatingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam membuatnya.

 

 

Tinggalkan Koment