Inovasi Warung Tradisional Agar Mampu Bersaing Di Era Digital

1099
inovasi warung tradisional menjadi warung digital serba bisa

Warung tradisional yang kini mengahadapi masalah persaingan dengan minimarket , harus siap berinovasi menjadi warung digital serba bisa agar mampu bersaing dengan retail modern yang kian menjamur.

Warung dapat kita jumpai di setiap sudut daerah dengan sangat mudah kita jumpai, karena warung merupakan usaha kecil rumah tangga. Warung tradisonal biasanya menyediakan atau menjual berbagai jenis jajanan ringan hingga makanan dan minuman, Makanan yang disediakan oleh warung tradisional bisanya makanan tradisional seperti nasi goreng, pecel, gorengan hingga minuman hangat dan ningin seperti kopi, teh dan lainnya.

Terdapat banyak jenis warung, umumnya berbentuk toko kecil seperti gerobak dorong beratap yang menjual minuman dingin dalam kemasan botol (seperti teh botol), kudapan, permen, rokok, kerupuk, dan berbagai macam barang-barang keperluan sehari-hari.

Sejarah Warung tradisional

Tidak ada catatan pasti tentang awal mula warung hadir namun, dari berbagai catatan kecil istilah warung memiliki sejarah yang cukup tua beberapa jenis warung pun terus hadir seperti warung makan yang mulai terkenal di era tahun 90an, dan ada juga istilah warung kelontong.

Warung kelontong juga memiliki sejarah yang cukup tua. Kata kelontong sendiri merujuk pada sebuah alat bunyi-bunyian yang selalu dibawa oleh pedagang keliling Tionghoa pada saat menjajakan barang dagangannya tempo dulu.

Jenis warung

Ada beberapa jenis warung yang ada di Indonesia dengan berbagai jenis dagangan nya seperti bebera warung berikut.

  • Warung nasi, warung yang menjual nasi dan lauk pauk, semacam rumah makan sederhana
  • Warung sembako, warung yang menjual kebutuhan sehari-hari, adapun sembako adalah singkatan dari kata sembilan bahan pokok kebutuhan sehari-hari.
  • Warung kopi, warung yang menjual kopi dan kudapan; berbagai gorengan seperti pisang goreng atau buah segar
  • Warung rokok, warung yang menjual rokok, permen, minuman ringan, kerupuk dan kudapan lainnya, serta berbagai keperluan sehari-hari
  • Warung terapung, warung berupa perahu yang mengapung di atas sungai yang menjual berbagai macam makanan dan minuman
  • Warung Tegal, warung nasi khas Tegal
  • Warung Internet, warung yang menyewakan komputer untuk terhubung ke internet
  • Warung telekomunikasi, warung yang menyewakan sambungan telepon

Warung Tradisional Di Tengah Kepungan Persaingan Minimarket Moderen

inovasi warung digital serba bisa

Di Era saat ini pembangunan minimarket moderen semakin menjamur, meski pembangunan minimarket yang berdekatan dengan warung atau retail tradisional sudah dilarang pemerintah dari sisi peraturan

Sebab adanya warung moderen yang berdekatan dengan warung tradisional menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Sebab semakin lama pasar tradisional dan warung akan tergerus oleh toko ritel modern. Padahal dari sisi peraturan, pembangunan berdekatan itu dilarang.

Diantaranya peraturan tersebut tertuang dalam permendagri No 53 Tahun 2008 tentang pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.

Baca juga : Strategi Bisnis Kerajinan Dengan Modal Kecil

Meski begitu pemerintah tidak dapat begitu saja menutup minimarket modern yang sudah berdiri karena banyak pertimbangan salah satunya, akan banyak pekerja yang akan kehilangan pekerjaannya.

Mendag Enggar mengungkapkan “Gerai modern lebih kurang 30 ribu ini selalu kita pertentangkan antara warung, pasar tradisional dengan pasar ritel modern. Kalau dari sisi aturan, memang pembangunannya tidak boleh berdekatan. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa di mulut pasar tradisional, sebelah kiri dan kanan terdapat minimarket modern.

Selain menjadi bagian pelayanan masyarakat, ada ratusan pekerja yang bakal kehilangan pekerjaannya.

“Setiap toko, minum 10 orang pekerja langsung. Kalau kita hentikan ada 300 ribu anak muda yang kehilangan pekerjaannya dan bisa jadi begal kalau tidak punya pekerjaan. Kita pun harus eri apresiasi atas membuka lapangan kerja,” jelasnya. (Merdeka edisi Rabu, 4 Oktober 2017)

Retail Modern Mulai menekan warung tradisional Dengan Memasuki Pemukiman

Saat ini Perkembangan bisnis ritel modern terus mengalami perkembangan secara pesat, bahkan para ritel modern ini sudah mulai memasuki wilayah pemukiman yang dekat dengan masyarakat.

retail modern mulai masuk

Meski disisi lain terdapat sisi positif dengan membuka lapangan kerja baru, namun perlu di ingat juga warung tradisional yang biasanya dikelola secara pribadi dengan modal yang kecil dan usaha merupakan bisnis keluarga namun tidak menutup kemungkinan

dapat juga menyerap tenaga kerja.

Dampak negatif yang di khawatirkan dari pesatnya minimarket diantara warung tradisional adalah konsumen beralih berbelanja ke minimarket yang mempunyai kualitas pelayanan yang di anggap lebih baik, dengan harga yang lebih murah.

Baca juga : Bisnis Kerajinan Tangan Dengan Konsep Indie Craft

Kekhawatiran tentu datang dari para pemilik usaha warung tradisional atas kelangsungan usahanya. Persaingan antara warung tradisional dengan minimarket terus meningkat, Dengan berkembangnya ritel modern seperti minimarket membuat para pengusaha warung tradisional harus dapat bersaing minimarket modern.

Yang di perlukan sekarang adalah pengendalian dan pengawasan pemerintah terhadap aktivitas usaha yang sehat antara ritail modern dengan warung tradisional.

Selain itu para pelaku usaha warung tradisional juga harus terus berbenah dan terus melakukan upaya inovasi, agar mampu maju dan bersaing dengan minimarket modern.

Kenapa Warung Tradisional Bisa Kalah Dengan Minimarket Modern

Ada Beberapa faktor yang membuat warung tradisional tidak mampu bersaing dengan minimarket modern diantaranya adalah

  1. Modal
    Akses terhadap modal kerja sering menjadi masalah klasik bagi para pelaku usaha warung tradisiona, modal yang bisa dapat diolah untuk mengembangkan usaha sering kali kurang di tambah lagi perputaran modal yang juga kadang lambat.jika dibandingkan dengan minimarket modern tentu saja akan sangat kalah jauh jika dilihat dari sisi permodalan, minimarket dengan modal yang besar mampu menyewa tempat yang strategis dan dengan segala fasilitas yang dapat di berika ke konsumen.
  2. Sumber daya
    Minimarket modern memiliki akses langsung terhadap barang-barang yang akan di jualnya langsung ke produsen utama dan dengan segala bentuk kerjasama dan kontrak mereka tentu bisa mendapat harga barang lebih murah dan supply yang setabil.Namun, disisi lain warung tradisional tidak mendapatkan akses pada sumber barang dengan hal yang serupa tentunya dengan harga yang lebih mahal, kerena terkadang warung tradisional mendapat barang dari beberapa tangan hingga sampai ke mereka.
  3. Fasilitas & layanan
    Retail modern memanjakan konsumennya dengan berbagai fasilitas mulai dari tempat yang nyaman hingga layanan yang lengkap bahkan untuk kebutuhan yang sederhana seperti penjualan pulsa hingga pembayaran – pembayaran digital lainnya.Sedangkan untuk warung tradisional memiliki image yang kurang meski tidak semuanya seperti itu namun perlu di akui masih terdapat warung tradisional yang masih belum terawat dengan baik.
  4. Keberpihakan Masyarakat
    Seringkali masyarakat ita lebih memilih berbelanja benyak atau memborong di retail modern dibandingkan di warung tradisional di sekitar mereka, tidak sedikit pula diantara kita yang menawar dagangan dari pemilik warung, namun jika di retail modern kita berbelanja berlebihan.Kenapa warung tradisional tidak berkembangHutang terkadang menjadi faktor bangkrutnya warung tradisional, karena arus modal menjadi terhambat, ini dikarenakan masyarakat kita jika tidak memiliki uang lalu mereka memilih berhutang ke warung-warung yang entah pembayaran nya kapan.Sedangkan jika sedang banyak uang kita malah lebih memilih berbelanja di minimarket dengan alasan lebih murah, diskon dan lainnya.Hal ini tentu semakin membuat para pelaku usaha warung semakin terpuruk dengan keberpuhakan masyarakat yang kurang, kita seharusnya sebagai konsumen seharusnya dapat lebih memajukan usaha kecil.

Inovasi Warung Tradisional Agar bisa Bertahan dan Maju Di Tengah Persaingan

Warung tradisional dengan Konsepnya yang sederhana, dan mengandalkan relasi antar pemilik dangan pembeli, menjadikan salah satu faktor warung tradisional hingga.

Meskipun demikian, jika warung tradisional tidak berkembang dan ber inovasi bukan tidak mungkin akan tergusur dengan minimarket modern yang kian menjamur.

Salah satu potensi yang masih bisa dihali adalah kebanyakan dari warung tradisional belum dilengkapi dengan jumlah dan varian produk yang memadai, serta sistem management hingga kegiatan pemasaran.

Ditengah laju era moderen ini rasanya para pelaku bisnis warung tradisional tidak perlu khawatir dengan usahanya, jika mereka juga mau untuk berinovasi dan berkembang.

Inovasi menjadi kunci utama dalam menjalankan bisnis apapun, dalam kasus warung tradisional agar bisa berkembang salah satu inovasi yang bisa di lakukan adalah dengan memberikan layanan yang lebih lengkap dengan produk yang lebih bervariatif dan bermanfaat.

Baca juga : Masa Perkembangan Teknologi Mengikuti Zaman

Selain produk – produk memenuhi kebutuhan rumah tangga menambang jenis layanan seperti payment online seperti pembelian tiket, pulsa, token listrik bisa menjadi daya tarik mendatangkan pengunjung ke warung kita.

Menjadikan warung tradisional menjadi warung serba bisa menjadi salah satu solusi dari sekian banyak solusi, namun mungkin sebagian dari anda akan berfikir kan semua itu juga membutuhkan modal yang mungkin tidak sedikit.

Peran Teknologi Dalam Inovasi Warung Serba Bisa

Atau berfikir cukup merepotkan dengan banyaknya layanan yang ada sehingga waktunya juga cukup menguras tenaga, nah disitulah kita harus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjalankan bisnis warung tradisional lebih effektif.

Bukankah teknologi hadir untuk memudahkan manusia ? para pelaku warung tradisional juga harus memanfaatkan teknologi untuk mengubah warung tradisionalnya menjadi warung digital.

Dengan memanfaatkan berbagai kemudahan teknologi yang murah dan mudah warung tradisional bisa memiliki layanan yang sama seperti minimarket modern.

Diantara nya penjualan pulsa, pembayaran payment oneline, bank transfer, dan pembayaran tagihan seperti listrik internet dll.

 

5/5 (5)

Please rate this

Tinggalkan Koment