Yosegi, Kerajinan Tangan Unik dari Jepang yang Harus Kamu Tahu!

    117

    Selama ini, mungkin kamu hanya mengetahui kerajinan tangan dari Jepang yaitu origami. Padahal, masih banyak lainnya kerajinan tangan dari Negeri Sakura. Salah satu lainnya yakni Yosegi. Pernah mendengar? Atau baru tahu pertama kali ini?

    Secara harfiah, Yosegi memiliki arti kombinasi potongan kayu. Di mana permukaan potongan kayu memiliki tekstur geometris, yang berasal dari pahatan dan diberi warna. Nantinya, potongan kayu itu diserut tipis dengan serutan kayu untuk kemudian dijadikan pembungkus atau apapun sesuai kebutuhan. Dikutip dari Bored Panda, seni mosaik seperti ini berasal dari Japan’s Edo Period (abad ke-17 – ke-19) dan hingga saat ini, masih dihormati di seluruh dunia.

    Ketika berkunjung ke Jepang, jika Anda menyukai buah tangan yang sifatnya klasik, tradisional, dan sangat artistik, pilihlah Yosegi.

    Kerajinan tangan tradisional ini mungkin sudah sulit sekali ditemui. Usianya saja sudah lebih dari 160 tahun. Tetapi menurut sejarah lokal, Desa Hatajuku di pedalaman Pegunungan Hakone yang terletak di kawasan Gunung Fuji inilah yang menjadi tempat lahirnya seni ini .

    Umumnya  berupa kerajinan kayu yang beraneka jenis, mulai dari pembatas buku yang sederhana sampai kotak berlaci. Rancangannya beraneka ragam, baik bentuk maupun warnanya, dan bersifat geometris pada permukaan kayu. Uniknya, pola desain pada Yosegi ini tidak dilukis tetapi disatukan dengan merekatkan kayu-kayu beraneka warna.yosegi

    Secara harfiah, Yosegi berarti ‘kombinasi potongan kayu’. Ihwal mula kerajinan tangan ini berasal dari era 1800-an, dimana seorang perajin bernama Nihei Ishikawa merancang konsep merekatkan kayu-kayu beraneka warna.

    Balok kayu itu kemudian dipotong-potong melintang menjadi lembaran-Iembaran tipis, kemudian dibuat menjadi kotak serta barang-barang lain dengan desain mosaik.

    Beragam jenis kayu dapat digunakan untuk membuat kerajinan ini Misalnya, yosegi berwarna putih dibuat dari pohon spindle dan dogwood. Sementara yosegi berwarna kuning dibuat dari pohon lacquer dan’wax Jepang. Yosegi berwarna coklat cerah dibuat dari pohon cherry dan zelkova, sementara yang berwarna coklat gelap dibuat dari pohon katsura.

    Belakangan, metode pembuatan yosegi menjadi lebih efisien, yang mencakup pengetaman balok-balok kayu menjadi lembaran yang sangat tipis, yang kemudian direkatkan sebagai pelapis ke potongan-potongan kayu yang lebih tebal. Metode ini memungkinkan dihasilkannya cendera mata yang harganya terjangkau oleh para wisatawan yang mengunjungi sumber mata air panas Hakone yang berada di dekat desa itu.

    Yang berukuran kecil biasanya berupa tatakan gelas atau pembatas buku yang keduanya dibanderol dengan harga relatif murah. Meskipun bentuknya kecil, Yosegi dapat membangkitkan kenangan akan Hakone di kawasan Gunung Fuji yang terkenal sekaligus memberikan pandangan sekilas mengenai kerajinan tangan yang menakjubkan yang sudah berusia hampir 2 abad.

    No ratings yet.

    Please rate this

    Tinggalkan Koment